Jumat, 11 Januari 2013

Hidup Untuk yang Maha Hidup

dakwatuna.com - Nabi SAW pernah menggambarkan bahwa hidup ini tidak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tiada batas. Oleh karena itu, bekal perjalanan tiada batas itu mesti disiapkan semaksimal mungkin. Karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (QS. Al-Baqarah: 197).
Allah SWT menggariskan kepada kita tentang kehidupan akhirat. “‘Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS Al A’laa: 17). Kehidupan jasad kita hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan ruh, ia akan mengalami lima fase, yaitu: alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzah, dan alam akhirat. Berarti hidup di dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat yang kekal.
Karena hidup adalah hanyalah sekumpulan hari, bulan, dan tahun yang berputar tanpa pernah kembali lagi. Dan setiap hari umur kita akan bertambah, namun usia berkurang. Hal itu berarti kematian semakin dekat.
Seharusnya kita semakin arif dan bijak dalam menjalaninya. Tetap dalam kesalehan, bertambah kuat aqidah, semakin khusyuk dalam beribadah, dan mempunyai akhlak yang mulia. Pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul khatimah.
Hidup ini ada di bawah aturan yang telah ditentukan Allah SWT. Segalanya digulirkan dan digilirkan. Hidup lalu mati, kecil akhirnya membesar, muda lama kelamaan akan tua, dan muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua itu adalah fana.
Namun, di tengah-tengah kefanaan itu, umat Rasulullah SAW adalah yang paling sukses, sebagaimana dijelaskan dalam hadits bahwa umat Rasulullah adalah yang paling banyak mengingat mati, lalu ia akan mempersiapkan hidup setelah mati.
Akhirnya, mereka yang mengaku ‘cerdas’ akan mengetahui, lalu sadar dan yakin, bahwa hidup ini bukan untuk mati, akan tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk Yang Maha hidup, yaitu Allah Rabbul Izzati.
Karena itu, jangan pernah takut mati, namun jangan mencari mati. Jangan lupa mati, dan rindukanlah mati. Kenapa? Karena, kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya. Perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.
Orang yang bertaqwa adalah orang yang sangat cerdas. Ia tidak akan mau terjebak pada “kenikmatan” sesaat, namun menderita berkepanjangan. Karena itu, ia akan selalu mengelola hidup yang sesaat dan singkat ini menjadi sangat berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti, yaitu akhirat.
“Dan kehidupan dunia ini hanyalah senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS Al Ankabut: 64).

Jumat, 04 Januari 2013

COPAS : Tentang Kader

Punya kader melimpah
Mengapa sulit digerakkan?
Punya intelektual
Mengapa masih suka ikut-ikutan?
Punya potensi
Mengapa menjadi operator dibelakang layar?
Punya gerakan
Mengapa hanya mau digerakkan “orang lain”?
Punya keder militan
Sayang………………..
Hanya beberapa gelintir
Kalau begitu
Apa yang bisa dibanggakan partai dakwah ini?
Ketika “tangan-tangan kecil” itu masih harus terus menyokong partai dakwah ini
Sementara partai dakwah mempunyai tangan kekar lagi kuat
Yang selalu diselimuti tangan-tangan ikhlas
Namun mengapa tangan partai Dakwah ini tidak kekar lagi mengangkat eksistensi diri?
Di sini

HARAP KU

OLEH SURYANUN84 PADA 12/09/2012
Ku tatap langit
Mendung
Bukan berarti hujan, kawan
Ku dongakkan kepala ke dalam sumur
Kandas
Hati pun menjerit
Tak kuasa
Mata pun menangis
Bukan berarti cengeng
Tapi takut
Ku takut ini pertanda Allah marah
RahmatNYA pun dicabut
Karena ulah manusia
Semakin hari semakin sakit
Ku ambil wudhu
Ku bergegas menunaikan perintahNYA

HARAPAN DARI SEBUAH PILKADA

OLEH SURYANUN84 PADA 10/09/2012
awal oktober 2012 nanti kita akan dihadapkan pada satu momen besar pemilihan walikota padangsidimpuan. tak berselang lama akan disambung lagi dengan pemilihan gubernur sumatera utara pada maret 2013. dan berikutnya akan disambut oleh pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tentuntunya. hampir disetiap daerah dihadapkan pada sebuah kondisi yang sama. lagi-lagi sebagai warga negara yang baik kita harus memilih salah satu yang terbaik dari sekian calon yang ada.bagi pasangan calon yang berambisi menjadi seorang pemimpin pada setiap daerah hal ini akan menjadi sebuah agenda besar yang tentunya akan menguras semua potensi yang ada. baik itu potensi akal (fikr) terlebih potensi materi atau lumbung-lumbung emas yang mereka miliki. tentu jika kita telisik dari sekian dana yang dikucurkan oleh setiap pasangan yang akan bertarung tidaklah semata-mata menggunakan dana pribadi. ada peran dari orang-orang yang mempunyai kepentingan disana.

KAU

OLEH : SURYANUN84
janji melangit kau obral
uangpun kau hamburkan
demi satu kata MENANG
kau lucuti kami dengan harapan-harapan
yang belum pasti mampu kau wujudkan
atau hanya sekedar mendapat perhatian dari kami
kau mengalahkan obral di pasar-pasar